LiputanA6, Gresik – Sedekah bumi yang tidak mewah, namun terasa manfaatnya bagi warganya, itu menjadi esensi sejati dari tradisi syukur.
Inti dari kegiatan sedekah bumi adalah kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya bukan kemegahan dan kemeriahan acara.
Minggu, 03 Mei 2026 warga dusun Glintung, desa Kepatihan, kecamatan Menganti melaksanakan acara rutinan tiap tahun yaitu sedekah bumi.
Acara yang dikemas sangat sederhana warga dusun Glintung membawa makanan dari rumah masing – masing dibawah ke balai dusun untuk didoakan bersama – sama, lalu dimakan bersama – sama memupuk rasa persaudaraan.
Tampak hadir dalam acara sedekah bumi ini adalah : Kepala Desa Kepatihan H. Dodik Suprayogi, Bhabinkamtibmas Aiptu Roni. Ketua LPMD kepatihan Suprapto, kepala Dusun Glintung Hasan, ketua RW 04 dan ketua RW 05 dusun Glintung, ketua RT 01 sampai 08 dusun Glintung dan semua warga dusun Glintung.
Acara diisi dengan pembacaan sholawat nabi oleh Banjari Al Mubarok, sambutan- sambutan, istighotsah dilanjutkan dengan pembacaan Doa dan acara terakhir pengundian kupon berhadiah.
Kepala desa kepatihan H. Dodik Suprayogi dalam sambutannya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada warga dusun Glintung yang guyub rukun melaksanakan acara sedekah bumi.
Semoga sedekah bumi ini menjadi sedekah nya bapak – bapak dan ibu – ibu menjadi rasa syukur kepada Allah SWT sehingga akan ditambah nikmatnya.
Sedekah bumi ini bukan hanya sekedar tradisi tahunan, tapi bentuk nyata rasa syukur, sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan sesama untuk mempererat kebersamaan.
Ini adalah momentum warga dusun Glintung mengadakan syukuran dan doa bersama, begini rasanya mensyukuri rasa sayangnya kepada dusunnya membawa sedekah untuk dusunnya.
Tidak neko – neko cukup doa bersama, tidak terlalu mewah tapi dirasakan dihati masyarakat esensi sedekah bumi yang sederhana namun bermakna bagi warga. (A6).











