banner 728x250

Terseret Deras Arus Selokan Saat Main Hujan-hujanan Seorang Anak Meninggal Dunia

Damkarla Gresik

Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarla) kabupaten Gresik bersama BPBD dan unsur TNI - polri menemukan jasad korban tenggelam
banner 120x600
banner 468x60

LiputanA6 Gresik – Keceriaan anak-anak saat menyambut hujan di Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berubah menjadi duka mendalam pada Selasa (03/02) sore.

Seorang bocah perempuan berinisial PD (7) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras selokan saat sedang bermain hujan hujan bersama rekan-rekannya.

banner 325x300

Jasadnya ditemukan Tim SAR gabungan
di area muara, berjarak sekitar 1 kilometer dari titik awal lokasi korban dilaporkan hilang, pada Rabu (4/2) pagi.

Peristiwa bermula saat wilayah Driyorejo mulai diguyur gerimis menjelang waktu Maghrib. Korban beserta teman-temannya tengah bermain di area depan masjid setempat.

Informasi yang dihimpun, seorang warga yang berprofesi sebagai penjual es batu sempat memperingatkan anak-anak tersebut agar segera pulang mengingat hari sudah gelap dan cuaca mulai memburuk.
​Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Alih-alih pulang, anak-anak tersebut justru berpindah tempat dan bermain di selokan yang berada tepat di samping masjid.

Saat itu, kondisi cuaca berubah menjadi hujan deras yang seketika meningkatkan debit air dan kecepatan arus di dalam drainase.

​Tanpa menyadari bahaya kedalaman dan kekuatan arus, korban diduga mencoba berenang hingga akhirnya terseret arus yang sangat kuat.

Takmir masjid yang sempat menyaksikan kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya air membuat upaya evakuasi mandiri tidak memungkinkan. Warga kemudian menghubungi layanan darurat 112 untuk meminta bantuan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik bersama BPBD dan unsur TNI-Polri segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan pada pukul 19.38 WIB. Namun, upaya pencarian pada Selasa malam menemui jalan buntu.

​”Pencarian sempat dihentikan semalam karena kondisi medan yang sulit dan minimnya penerangan di sekitar lokasi aliran selokan,” ujar Perwira Piket Damkarla Gresik, Faical Irhansyah.

​Operasi pencarian kembali dilanjutkan saat fajar menyingsing pada Rabu pagi. Setelah menyisir sepanjang aliran selokan hingga ke muara, petugas akhirnya menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Setelah dievakuasi ke puskesmas terdekat, jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Bojonegoro untuk dimakamkan.

​Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak, terutama saat hujan deras melanda. Karakteristik selokan di pemukiman padat yang sering kali tampak dangkal namun memiliki arus bawah yang kuat saat hujan menjadi ancaman yang kerap tidak disadari oleh anak-anak.(A6)

banner 325x300