banner 728x250

Majelis Semaan Al – Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Jum’at Pon Gresik Raya

Dzikrul Ghofilin

Dzikrul Ghofilin bersama KH. Agus Sabuth Panoto Projo ( Gus Sabuth) dan KH. Agus Ferry Husnul Ma"ab
banner 120x600
banner 468x60

LiputanA6, Gresik – Di momen lebaran idul fitri 1447 Hijriah, takmir masjid Al – Mubarok dusun Glintung desa Kepatihan, kecamatan Menganti kabupaten Gresik mengadakan acara dzikrul Ghofilin yang di kemas dalam acara halal bihalal.

Dzikrul Ghofilin sendiri merupakan ritual dzikir yang diwariskan oleh KH. Hamim Tohari Djazuli (Gus Mik) putra dari KH. Djazuli Usman pendiri pondok pesantren Al Falah Ploso Kediri.

banner 325x300

Dzikrul Ghofilin yang berarti ” Dzikirnya orang-orang yang lalai ” . Ini berisi rangkaian tawassul, sholawat, istighotsah, tahlil dan doa – doa.

Dzikrul Ghofilin ini pertama kali diadakan di dusun Glintung desa Kepatihan yang waktunya pas dengan acara halal bihalal idul fitri 1447 Hijriah.

Majelis Dzikrul Ghofilin jantiko mantab diadakan di dusun Glintung, desa Kepatihan, kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, Jum’at 27 Maret 2026, bertempat di masjid Al – Mubarok.

Dzikrul Ghofilin ini dipimpin oleh KH. Agus Ferry Husnul Ma’ab (putra Gus Sabuth) yang dihadapi 300 jamaah.

Dzikrul Ghofilin juga diisi ceramah agama (tausyiah) oleh KH. Agus Sabuth Panoto Projo (Gus Sabuth). Dalam ceramahnya Gus Sabuth memperkenalkan kembali tentang sejarah dzikrul Ghofilin yang dibuat oleh Gus Mik, yang bertujuan sebagai amalan dzikir penentraman jiwa sebagai ungkapan syukur atas segala nikmat yang Allah berikan, beliau juga menyampaikan cerita sejuta karomahnya Gus Mik sebagai manusia yang diberikan keistimewaan oleh Allah SWT.

Kita ini ditakdirkan hidup di tahun 2000 keatas, maka kita harus memiliki daya tahan iman yang kuat, untuk merenungkan tujuan kehidupan ini.

Apa yang Allah ingatkan untuk manusia, dan bagaimana kita kembali merenggut keridhoan Allah SWT inilah yang harus menjadi perhatian kita menghadapi kehidupan di tahun yang lebih komplek ini.

Sebagaimana hadist “Abu Hurairah nabi shallallahu’alaihi wassalam bersabda” Bersegeralah kalian melakukan amal shaleh sebelum datangnya zaman fitnah, seperti sepenggelan malam yang gelap gulita dimana pagi hari dalam keadaan mukmin pada sore harinya ia menjadi kafir, sore hari dalam keadaan mukmin lalu pada esok harinya menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesayangan dunia yang sangat sedikit (H R. Ahmad).

Tahun 1982 KH. Hamim Tohari Djazuli ( Gus Mik) dawuh yang cukup terkenal mengenai keberuntungan manusia ” Bejo – bejone wong, selagi isih ke pethuk umur, isih iso dandani awak, kabe iso diatur”, (seberuntung – beruntungnya manusia adalah selagi masih bertemu umur (masih hidup) masih bisa memperbaiki diri, semua bisa diatur).

Fokus utama hidup adalah terus memperbaiki kualitas diri ( ibadah dan akhlak) , dari pada selalu mengurusi kesalahan orang lain.

Didunia ini ada sesuatu yang sangat mudah di lakukan oleh siapapun saja, gak perduli Islam, Kristen, Hindu dan Budha, yaitu membuka aib atau kejelekan orang lain.

Orang yang suka mencela, menghujat, menyakiti dan membuka aib orang lain diakherat tidak akan bertemu Rosulullah SAW.

Semua yang hidup di dunia itu mendapat cobaan atau ujian dari Allah, tinggal kita bagaimana menerima cobaan dan ujian dari Allah SWT.

Mudah- mudahan kita menjadi orang yang bejo, anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholikah, yang selalu mendoakan orang tua, mudah – mudahan kita mendapat bimbingan dari Allah SWT. (A6)

banner 325x300