LiputanA6, Pasuruan – Metode pembelajaran di luar kelas yang memanfaatkan lingkungan alam sekitar sebagai media utama untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa sangat penting.
Membuat materi lebih nyata untuk meningkatkan motivasi, kreativitas, kerjasama tim dan pemahaman konsep siswa melalui observasi , praktek serta interaksi langsung dengan obyek pembelajaran (outdoor learning) yang dilakukan siswa siswi SMP NU Bahrul Ulum Pelem watu Menganti.
Sebanyak 370 siswa siswi SMP NU Bahrul ulum Pelem watu, Menganti mengikuti kegiatan outdoor learning, Selasa 23 Desember 2025 ke kebun Raya Purwodadi, Pasuruan.
Wakil kepala sekolah SMP NU Bahrul Ulum Pelem watu Menganti Ahmad Yopi Wijaya , S.Pd., mengatakan bahwa tim konseptor outdoor learning ( ODL ) SMP NU Bahrul ulum ingin membuat anak- anak menjadi detektif karbon untuk menyelidiki hal tersebut.
Semakin banyaknya deforestasi (penggundulan hutan) hal ini membuktikan bahwa kurangnya kesadaran diri manusia mengenai pentingnya hutan.
Pohon sebagai penyimpan karbon alami akan dapat mengurangi pemanasan global, dan hari ini siswa – siswa SMP NU Bahrul ulum Pelem watu Menganti outdoor learning ke kebun raya Purwodadi Pasuruan sebagai konservasi alam akan menjadi media anak – anak mengetahui bahwa pohon dalam satu wilayah harus beragam.
Semoga Kegiatan outdoor learning ( ODL ) ini bisa memberikan pengalaman berharga bagi para siswa dalam belajar di luar kelas, mereka tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai hutan dan alam tetapi juga belajar pentingnya menjaga dan merawat hutan semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi siswa dalam perjalanan pendidikan kedepannya.(A6)











